Jumat, 13 Juni 2014

Klasifikasi Makhluk Hidup Menurut H.R. Whittaker





Ilmu pengetahuan  yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup disebut taksonomi. Tujuan taksonomi adalah unttuk mengetahui hubungan antara satu kelompok (kategori) makhluk hidup dengan kelompok makhluk hidup lainnya.Sampai akhir abad 19,jasad hidup dibedakan menjadi 2 kingdom yaitu kingdom plantae dan kingdom animalia.Kemudian setelah pengembangan mikroskop dan para biologi ciri-ciri morfologis dan fisiologis dari mikroorganisme-mikroorganisme,maka jelaslah bahwa mikroorganisma itu tidak termasuk ke dalam kingdom plantae dan dalam kingdom animalia sungguh banyak mikroorganisma yang mempunyai ciri-ciri seperti tumbuhan dan hewan.Dalam tahun 1866 Ernst Haeckel (1834-1919) mengusulkan kingdom yang ketiga yaitu protista yang mencakup semua mikroorganisma seperti bakteria,fungi, protozoa dan mikroalgae.Namun berdasarkan hasil-hasil penelitian,ternyata bahwa antara protista sendiri masih bisa dibedakan menjadi 2 tipe sel, yaitu: sel-sel prokaryotik dan eukaryotik.Klasifikasi makhluk hidup bersifat artifisial,artinya masih masih memerlukan perbaikan-perbaikan atau revisi.


A.    Klasifikasi Makhluk Hidup Menurut H.R. Whittaker
Klasifikasi atau pengelompokan mahluk hidup ke dalam lima kingdom (lima kerajaan) dikemukakan oleh R.H Whittaker pada tahun 1969.  Pengklasifikasian ini didasarkan pada  ciri-ciri morfologi,anatomi dan fisiologinya. Dalam klasifikasi lima kingdom, mahluk hidup dikelompokkan kedalam kingdom (kerajaan) monera, protista, fungi, plantae dan animalia.
1.      Kingdom Monera
Monera merupakan mahluk hidup ber sel satu (unisel) dengan  inti sel tidak dilapisi dengan membran inti (prokariotik). Kerajaan monera dibagi menjadi dua divisi yaitu bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria). Bakteri merupakan mahluk hidup yang berkembang biak dengan membelah diri dan mempunyai habitat di air, tanah dan udara. Bakteri mempunyai ukuran yang sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop.Berdasarkan bentuknya, bakteri ada yang berbentuk  bulat (coccus), batang (basil), spiral dan koma (vibrio)
                                             
Bakteri mempunyai peranan yang besar bagi kehidupan manusia, diantaranya :
·         Sebagai pengurai (saprovor), bersama-sama dengan jamur, bakteri menguraikan mahluk hidup yang sudah mati untuk diubah menjadi zat anorganik.
·         Penghasil antibiotik untuk pengobatan penyakit.
·         Penghasil bahan pangan, misalnya pemanfaatan bakteri untuk pembuatan cuka, yoghurt, nata de coco.
·         Pengikat N2 bebas di udara
Selain itu, ada pula bakteri yang merugikan bagi kehidupan manusia karena bakteri tersebut merupakan penyebab penyakit pada manusia, diantaranya :
·        Salmonella thyphosa, penyebab penyakit tifus
·        Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TBC
·        Mycobacterium leprae, penyebab penyakit lepra
·        Treponema pallidum, penyebab penyakit sifilis
·        Shigella dysentriae , penyebab penyakit disentri basile
·        Diplococcus pneumoniae, penyebab penyakit radang paru-paru
·        Vibrio cholera, penyebab penyakit kolera
2.      Kingdom Protista
Protista merupakan organisme eukariotik (mempunyai lapisan membran inti sel), uniseluler (bersel satu) yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold).Protista mirip hewan (protozoa).Berdasarkan alat geraknya protozoa dibedakan menjadi 5 kelas yaitu:
·         Flagellata atau Mastigophora
Flagellata umumnya hidup di dalam air, beberapa hidup parasit pada hewan dan manusia. Mempunyai buluh cambuk dan bentuk tubuh tetap. Berkembangbiak dengan cara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan cara konjugasi. contoh : Euglena viridis, Volvox globator, Tripanosoma cruci.
                                                    

·         Ciliata
Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Contoh : Paramecium sp., Balantidium coli.

·         Rhizopoda/Sarcodina
Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua macam yaitu lobodia dan filopodia). Hidup bebas di dalam air laut dan tawar. Berkembangbiak dengan cara membelah biner. Contoh :  Amoeba sp., Entamoeba histolytica.
                                                          
·         Sporozoa
Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk). Contoh : Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium ovale penyebab penyakit malaria.
                                                            
3.      Kingdom Fungi
Merupakan kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan sisa makhluk hidup lain. Menyerupai tumbuhan namun tidak memiliki klorofil. Ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler, memilki dinding sel yang jelas, contoh: jamur dan ragi/khamir.  Jamur multiseluler tersusun atas rangkaian sel-sel yang membentuk benang dengan atau tanpa sekat melintang, disebut hifa. Hifa dapat berfungsi sebagai  penyerap makanan yang dilakukan oleh miselium (kumpulan hifa ). Fungi pada umumnya bersifat saprofit (organisme yang hidup dan makan dr bahan organik yg sudah mati atau yg sudah busuk) dan parasit (organisme yg hidup dan mengisap makanan dr organisme lain yg ditempelinya).Jamur dibagi menjadi 6 divisi, yaitu  Myxomycotina (jamur lendir), Oomycotina, Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina dan Deuteromycotin.
                                          
4.      Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Kingdom plantae mempunyai ciri eukariotik multiseluler, mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa, mempunyai klorofil sehingga bersifat autotrof (dapat menghasilkan makanan sendiri).Kingdom plantae terdiri atas divisio bryophyta (lumut), pteridophyta (paku) dan spermatophyta (tumbuhan berbiji)
5.      Kingdom Animalia
Kingdom animalia mempunyai ciri eukariotik multiseluler, bersifat heterotrof (tidak dapat menghasilkan makanan sendiri), bergerak aktif.  Berdasarkan keberadaan tulang belakangnya dibedakan menjadi avertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata (bertulang belakang).

B.     Karakteristik atau Ciri-Ciri Utama Mikroorganisme
Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang, sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop, lup dan lain-lain.Mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok dan jenis, sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian.
Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berikut :
1.      Morfologi
Mikroba pada umumnya sangat kecil, ukurannya dinyatakan dalam mikrometer.Oleh karena ukurannya yang kecil diperlukan mikroskop untuk melihat mikroba. Mikroskop yang digunakan tergantung pada kecermatan yang diinginkan oleh peneliti.
2.       Sifat Kimiawi
Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi, maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. Sebagai contoh, bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya, Sedangkan bakteri Gram positif tidak. Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat. Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. Pada kelompok virus, pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung, apakah merupakan DNA atau RNA.

3.       Sifat Biakan
Zat hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum, darah). Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino, karbohidrat, purin, pirimidin, vitamin, koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup, berupa inang, telur, bertunas, biakan jaringan.
4.      Metabolisme
Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme.Untuk kelangsungan hidup sel-sel mikroorganisma dibutuhkan nutrien tertentu untuk dioksidasi dalam tubuh sehingga dihasilkan sejumlah energi untuk kelangsungan hidup mikroorganisma tersebut.Keseluruhan reaksi-reaksi kimia yang mencakup proses-proses bioenergi dan biosintesis merupakan reaksi-reaksi kimia yang sangat komplaks disebut mikroorganisma.Metabolisma pada sel-sel mikroba berbeda-beda,tergantung kepada jenis jasadnya.Ada yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi dan ada pula yang menggunakan senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi untuk biosintesis di dalam tubuhnya. Jasad hidup juga berbeda-beda caranya dalam mensintesis komponen-komponen yang menyusun tubuhnya selama pertumbuhan. Berbagai macam reaksiyang terjadi di dalam tubuh jasad hidup dapat dikataliser oleh sejenis protein yang dikenal sebagai enzim juga bervariasi menurut jenis organismanya.
5.      Sifat Antigenik
Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh, akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda, maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system.


6.      Sifat Genetik
DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian mikroorganisme. Di dalam sitoplasma sel mikroorganisme juga terdapat DNA yang disebut plasmid DNA.Molekul-molekul DNA yang terdapat dalam sitoplasma ini mampu mengadakan replikasi sendiri di dalam sel-sel bakteri dan adanya sifat ini merupakan suatu ciri khusus dari suatu mikoorganisma. Misalnya kemampuan untuk menghasilkan toksin,menjadi  tahan (resisten) terhadap antibiotika.
7.      Patogenitas
Mikroba dapat menimbulkan penyakit, kemampuannya untuk menimbulkan penyakit merupakan ciri khas mikroorganisme tersebut selain itu terdapat pula bakteri yang memakan bakteri lainnya (Bdellovibrio) dan virus (bakteriofag)yang menginfesi dan menghancurkan bakteri.
8.      Sifat Ekologi
Habitat merupakan sifat yang mencirikan mikroorganisme. Mikroorganisme yang hidup di lautan berbeda dengan air tawar. Mikroorganisme yang terdapat dalam rongga mulut berbeda dengan saluran pencernaan.Contoh mikroba yang menghuni habitat air laut umumnya berbeda dengan mikroba yang hidup di rongga mulut akan berbeda dengan populasi mikroba yang terdapat di bagian saluran pencernaan makanan lainnya.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar