Sabtu, 26 Juli 2014

ISTRI SHOLEHA WANITA PENDAMPING DUNIA AKHERAT


ISTRI SHOLEHA
WANITA PENDAMPING DUNIA AKHERAT
Syahid Mujibur Rahman


            Wanita dalam islam adalah orang yang memiliki derajat yang tinggi, sebagai pendidik paling awal bagi anak-anaknya kelak, kehidupan keluarga akan baik ketika wanitanya baik  dan soliha dan sebaliknya, ketialka wanita yang rusak makan rusak juga keluarganya, terutama bagi anak anak mereka kelak. Tingginya derajat yang dimiliki oleh wanita tak lepas dari banyaknya penghuni neraka dari golongan wanita karena ahlak dan kelakuan mereka sendiri.
Rosululloh bersabda:
Wanita –wanita penghuni neraka itu merupakan para pengutuk dan pengingkar suami (HR. Bukhoro, Muslim, Nasai, dan ibnu Majjah)
Dalam kehidupan yang semakin bebas dan semerawut ini banyak sekali seorang muslimah yang lupa akan kewajibanya sebagai seorang hamba Allah, hal tersebut dapat dilihat dari cara berpakaian, pergaulan, dan gaya hidup yang selalu bercermin pada mode-mode negara non muslim. Padahal islam telah mengatur dengan jelasa bagaimana semestinya kehidupan yang harus ditempuh bagi seorang muslimah yang menjaga kehormatanya, tak heran bila sering kita dengan sebutan  islam KTP atau islam hanya statusnya.
Kewajiban seorang muslimah pada agamanya adalah kebutuhan primer demi mendapatkan ridho ALLAH SWT, dan untuk menagih janji-NYA sebagai penghuni surga, selain itu juga kewajiban seorang anak kepada orang tuanya yang telah membesarkan untuk mengangkat derajat mereka nan menempatkan kedua orang tuanya di posisi terhormat di akhert kelak.
Istri Sholihah adalah dambaan bagi seorang laki-laki muslim, dimana ia dapat menjaga dirinya untuk keluarga dan suaminya, dengan tutur kata yang lembut, sabar, menjadi pakainya seorang suami ketika dirundung suatu masalah. Sesungguhnya wanita-wanita sholiha merupakan pendamping yang kekal kelak baik di dunia dan di akherat. Istri solihah akan mendidik anak-anaknya dengan sabar dan menjadi guru  dan panutan anaknya disamping tetauladanan ayahnya. Rumah didalamnya bagaikan surga dengan kenyamanan dan kesejukan, rumah yang nyaman tersebut akan hidup dengan lantunan Al Quran dan pembelajaran.
Seorang laki-laki muslim tak harus menuntut istrinya untuk lebih baik, apabila seorang istri paham akan kewajibanya sebagai seorang muslim dan sebagai seorang istri.

Rabu, 16 Juli 2014

ARTI LAMBANG KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT



    • Logo Lambang Daerah Berbentuk Perisai Bersegi Lima menggambarkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat sanggup mempertahankan cita-cita Bangsa Indonesia dan melanjutkan pembangunan serta memajukan daerah berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
    • Tulisan Tulang Bawang Barat dengan Huruf Merah dan Dasar Putih mempunyai makna bahwa keberadaan dan terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah dalam nuansa persatuan dan kesatuan, semangat kebersamaaan serta kehormatan terhadap Sang Saka Merah Putih sebagai Lambang Kedaulatan Republik Indonesia;
    • Mata Payan di atas payung beserta tangkainya adalah senjata tradisional masyarakatTulang Bawang Barat yang senantiasa siap mempertahankan daerah dan masyarakatnya;
    • Payung Berwarna Putih melambangkan masyarakat Tulang Bawang Barat yang memiliki hati yang suci dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam payung di atas rumbai terdapat 3 (tiga) warna bergaris putih, kuning dan merah dengan pembatas 4 (empat) garis, terdapat 20 (dua puluh) buah rumbai dan berjari-jari 9 (sembilan) buah, menggambarkan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat di resmikan pada tanggal 3 April 2009;
    • Siger Lampung Berwarna Emas merupakan pakaian kebesaran masyarakat adat Lampung melambangkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat sangat menghormati wanita yang didasari ajaran agama dan adat Lampung;
    • Rantai Bersambung 4 (empat) berwarna putih melambangkan Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan bagian dari 4 (Empat) Marga yang tidak dapat dipisahkan oleh situasi apapun dan masyarakat Tulang Bawang Barat mempunyai kewajiban untuk menjamin keutuhannya sepanjang masa;
    • Talow adalah instrumen induk dari semua tetabuhan adat, yang dibunyikan pada saat masyarakat adat Tulang Bawang Barat Begawi, mengartikan masyarakat Tulang Bawang Barat berada dalam satu kesatuan walau banyak instrumen yang mengeluarkan bunyi-bunyian, tetapi akan terangkum dalam musyawarah dan mufakat untuk tujuan bersama;
    • Rangkaian 45 (Empat Puluh Lima) Butir Padi, 17 (Tujuh Belas) Polong Kapas dan Tali Simpul 8 (Delapan) mempunyai makna kebersamaan yang utuh untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera berkemakmuran baik lahir maupun batin, serta makmur berkeadilan dalam wadah Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
    • Pepadun berwarna emas adalah singgasana kerajaan dalam adat Lampung, menunjukan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat khususnya masyarakat Lampung Pepadun mempunyai cita-cita yang luhur untuk mencapai keberhasilan dalam strata sosial, politik dan ekonomi, khususnya dalam kancah Adat yang selalu digambarkan dalam PIIL PASENGGIRI, BEJULUK BEADEK, NENGAH NYAPPUR, NEMUI NYIMAH dan SAKAI SAMBAYAN;
    • Tulisan Aksara Lampung yang berbunyi RAGEM SAI MANGI WAWAI;
    • Seuntai Pita bertuliskan “RAGEM SAI MANGI WAWAI” dasar Putih dengan tulisan berwarna Merah. Ragem Sai Mangi Wawai bermakna “KEBERSAMAAN MENUJU KEBERHASILAN” juga merupakan Motto Kabupaten Tulang Bawang Barat;
    • Air dengan 11 (Sebelas) Garis menunjukan Kabupaten Tulang Bawang Baratmempunyai cikal bakal dari 11 (Sebelas) kampung. Pada masa lalu transportasi yang digunakan oleh masyarakat adalah melalui sungai yaitu Way Rarem, Way Tulang Bawang, Way Kiri. Sungai Tulang Bawang mengalir sepanjang tahun dan memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat Tulang Bawang Barat, yang nantinya akan berkembang menjadi agrobisnis baik untuk pertanian maupun perikanan.

Sejarah IKAHIMBI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia)




TEMPAT MUNAS V IKAHIMBI 4-8 DESEMBER 2013

Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (Ikahimbi) merupakan sebuah ikatan organisasi mahasiswa sejenis (IOMS) yang mewadahi seluruh Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) yang terdapat di seluruh Indonesia. Ikahimbi dibentuk atas dasar keinginan bersama seluruh mahasiswa biologi di Indonesia untuk mengembangkan dan memajukan biologi serta untuk melaksanakan tridharma Perguruan Tinggi.

Organisasi mahasiswa biologi tingkat nasional berdiri pada tahum 1993 dengan nama Ikatan Mahasiswa Biologi (IMABI). Kepengurusan IMABI berganti setiap dua tahun sekali. Selanjutnya pada bulan September 2001 di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, IMABI berganti nama menjadi Jaringan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (JHMBI). Nama IMABI berganti menjadi JHMBI karena organisasi ini menyatukan mahasiswa Biologi di semua perguruan tinggi seluruh Indonesia melalui perantara himpunan mahasiswa biologi di setiap perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam perkembangannya, JHMBI terkedala berbagai permasalahan terutama komunikasi dan koordinasi. Selain itu, juga terjadi krisis kepemimpinan di pertengahan masa kepengurusan. Dari berbagai permasalahan yang timbul, muncul kesepakatan bersama untuk melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada tanggal 28 september - 01 Oktober 2003. Hasil dari pertemuan tersebut dianggap belum sempurna. Dengan nama “jaringan” belum ada kepemimpinan tunggal di dalam organisasi yang mengakibatkan kepemimpinan organisasi menjadi semu. Akhirnya dalam Munas III JHMBI (selanjutnya disebut Munas I Ikahimbi) tanggal 6-8 Desember 2006 bertempat di Universitas Mataram, JHMBI berganti nama menjadi Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (Ikahimbi) dengan dipimpin oleh seorang sekretaris jendral.
Pada Munas I Ikahimbi tersebut, terpilih Edi Arip Miharja (mahasiswa Departemen Biologi, Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor, IPB) sebagai sekretaris jendral pertama untuk kepengurusan Ikahimbi periode 2005-2007. Pada periode tersebut, markas Ikahimbi bertempat di IPB.  Amanah sekjend Ikahimbi periode 2007-2009 ditunaikan oleh Saevul Amri (mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta) yang terpilih melalui Munas II Ikahimbi pada tanggal 5-6 Desember 2007 di Institut Pertanian Bogor. Amanah sekretaris jenderal periode 2009-2011 diemban oleh Machfud Efendi (mahasiswa Universitas Negeri Malang, Malang) yang terpilih pada Munas III Ikahimbi yang dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2009 – 5 Januari 2010 di Universitas Manado. Saat ini, amanah sekjend ikahimbi diemban oleh Kardi Sambanoa (Universitas Tadulako-Palu) yang terpilih pada Munas IV Ikahimbi yang dilaksanakan pada tanggal, 14 November – Minggu, 20 November 2011 di Universitas Tadulako, Palu.
Dalam menjalankan tugasnya Sekjend dibantu oleh oleh 3 wakil sekretaris jenderal, meliputi Wasekjend I yang mengkoordinasi Biro Sekretariatan dan Biro Keuangan, Wasekjend II membidangi Departemen Penalaran dan Keilmuan dan Departemen Penelitian dan Pengembangan, serta Wasekjend III untuk Departemen Kajian Strategi Kebijakan, Departemen Pengembangan Organisasi dan Kaderisasi serta Depertemen Jaringan Informasi dan Komunikasi.

Selasa, 15 Juli 2014

KAMPUS KU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KOTA METRO, LAMPUNG





























kreativitas tanpa batas yang menghasilkan uang








MAMALIA ORDO RODENTIA


1.    Rattus ratus diardi, Linnaerus, 1758

a.       Habitat
Tikus hidup di tempat-tempat yang tersedia cukup makanan dan yang dapat memberikan perlindungan. Mereka lebih suka tempat-tempat bervegetasi yang memenuhi kedua kebutuhan tersebut. Bila hal ini tidak terpenuhi, mereka berdiam di tempat-tempat yang memberikan cukup perlindungan baik terhadap panas maupun musuh-musuhnya, yaitu semak-semak atau tempat-tempat berumput lainnya yang tidak jauh dari sumber makanan.

b.      Morfologi
Tubuh bagian atas (punggung) berwama coklat kekuningan dengan bercak hitam di rambut- rambutnya, sehingga memberi kesan seperti berwama abu-abu, dada berwama putih. Panjang badan tikus sawah dewasa dari hidung sampai ujung ekor berkisar antara 270- 70 mm, dengan berat sekitar 130 g. Panjang telapak kaki belakang dari tumit sampai ujung kuku jari terpanjang adalah 32-36 mm. Sedangkan panjang telinga 18-21 mm, memiliki 6 puting susu.

c.       Perilaku

Hampir seluruh waktu yang digunakan untuk makan adalah malam hari. Pada waktu makan, tikus bergerak kesana kemari sambil menggerogoti makanannya sedikit demi sedikit sepanjang malam sampai kenyang. Salah satu kebiasaan tikus yang berbahaya adalah kebiasaan mengasah gigi depannya.Banyak kabel-kabel listrik atau computer menjadi sasaran kebiasaan tikus ini sehingga kerugian yang ditimbulkan sangat dahsyat seperti kebakaran akibat hubungan pendek atau lumpuhnya jaringan computer.
 d. Manfaat Ekologi
Selain sebagai hama pada persawahan, manfaat ekologi dialam tikus merupakan makanan bagi ular dan burung hantu, dimana sudah jelas dalam rantai makanan, apabila tikus di basmi secara besar-besaran maka ketrsediaan makanan bagi predator diatasnya dalam sistem rantai maknan akan terganggu.

 e. Manfaat Ekologi

Salah satu manfaat ekonomi dari tikus adalah diternakkan sebagai bahan peraktikum laboraturim, selain itu juga diperdagangkan untuk memberi makan pada jenis reptil kususnya ular. Dibeberapa daerah di Indonesia tikus juga dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi masyarakat. Di Pulau Jawa terkadang terserang hama tikus dimana tikus ditangkap dan dijadikan makanan burung hantu yang diternakkan


2. Callosciurrus notatus, Boddaert 1785

a.       Habitat
Bajing hidup di hampir semua habitat dari tropis hutan hujan ke semi kering padang pasir , dan hanya menghindari daerah kutub tinggi dan gurun terkering. Tupai kebanyakan hidup di hutan-hutan Eropa dan Amerika Utara dan ada juga di Pulau Kalimantan (Borneo) yang kemungkinan merupakan pusat keragaman jenis-jenis tupai, mengingat sebelas (12 jika Palawan dimasukkan) dari 20 spesies tupai di dunia.
Dari segi lokasi para tupai ini memilih bersarang di tempat/pohon yang memang lebat yang fungsinya untuk melindungi diri dari hujan dan keselamatan dari bahaya.
Tupai ini tergolong binatang pintar dilihat dari cara mereka membangun sangkarnya. Mereka membuat sangkar berbentuk lingkaran dan hanya ada satu jalan keluar. Didalam lingkaran itualah mereka beristirahat dan bereproduksi. Bahan-bahan sangkarnya pun tergolong bahan bahan halus seperti kapas dan daun pisang yang sudah matang.

b. Morfologi

Bajing memiliki panjang tubuh 198 mm panjang kaki 44 mm.  Memiliki berat berkisar 150-280 gram, tubuhnya memiliki ciri-ciri yaitu rambut pada bagian punggung dan ekor bewarna cokelat, bagian lateral tubuhnya terdapat garis bewarna kuning pucat dan hitam.

c. Perilaku

Bajing bersifa diurnal yang aktif bergerak pada pagi hari sekitar pukul 07.00-10.00 dan sore hari pukul 15.00-16.00. bajing merupakan binatang individu karena sering terlihat tidak berkelompok, namun binatang ini sering memanfaatkan sarang besama-sama. Pada musim dingin, sulit bagi tupai untuk menemukan makanan, sehingga pada musim panas mereka mengumpulkan makanan untuk dimakan pada bulan-bulan panjang dan dingin berikutnya

            Akan tetapi, tupai sangat hati-hati ketika mengumpulkan makanannya. Mereka tidak mengumpulkan buah, daging atau jenis makanan yang cepat membusuk, tetapi tupai hanya mengumpulkan buah-buahan kering dan dapat tahan lama seperti kenari, hazelnut, dan buah cemara. Bajing sering melakukan kamuflase, terutama ketika di batang pohon. Tupai juga memiliki kecepatan berpindah dari pohon satu ke pohon lainnya, sehingga predator akan terkecoh

d. Manfaat Ekologi

Manfaat ekologi dari hewan ini antaralain sebagai penyebar biji dari buah yang dimakanya, seperti kakao yang dimaka bukan bijinya melainkan lapisan yang menyelimuti biji, sehingga bajing membuang biji tersebut dan tumbuh pada tempat lain.

e. Manfaat Ekonomi
Sebagian orang Jawa mempunyai kepercayaan bahwa daging bajing ini bisa untuk mengobati berbagai penyakit. Satu di antaranya adalah penyakit jantung, dengan kepercayaan yang demikian di pulau jawa atau daerah lainya diperdagangkan untuk di manfaatkan dagingnya dan organ tubuh untuk dikonsumsi.

3. Mus musculus, Linnaeus 1758

a.       Habitat

Mencit hidup pada tempat yang cukup persediaan makan dan untuk perlindungan diri, biasanya bersembunyi dan membuat sarang di lantai-loantai gedung dan perumahan. Bila ketersediaaan makan tidak mencukupi makan akan pindah sarang. Di alam mencit hidup dan bersarang disemak yang tidak jauh dari sumber makanan.

b.      Morfologi

Berat mencit 10-21gram.  memiliki lima pasang kelenjar susu. Distribusi jaringan mammae menyebar, membentang dari garis tengah ventral atas panggul, dada, dan bagian leher. Ekor sama atau lebih panjang sedikit dari badan di tambah kepala, telinag tegak, bulu abu-abu, putih dan cokelat.

c.       Perilaku

Satu ekor tikus muda sekali melahirkan bisa 4 ekor anak (cindil) dan betina dewasa sanggup melahirkan sekitar 10 ekor. Rata-rata periode kehamilan adalah 20 hari. selain itu memiliki perilaku mengasah giginya pada kayu atau barang yang ditemuinya untuk menjaga giginya agar tetap tajam.

d.      Manfaat Ekologi

manfaat ekologi dialam mencit merupakan makanan bagi ular dan burung hantu, dimana sudah jelas dalam rantai makanan, apabila tikus di basmi secara besar-besaran maka ketrsediaan makanan bagi predator diatasnya dalam sistem rantai maknan akan terganggu

 e. Manfaat Ekonomi
Salah satu manfaat ekonomi dari mencit adalah diternakkan sebagai bahan peraktikum laboraturim, selain itu juga diperdagangkan untuk memberi makan pada jenis reptil kususnya ular. Dibeberapa daerah di Indonesia tikus juga dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi masyarakat. Di Pulau Jawa terkadang terserang hama tikus dimana tikus ditangkap dan dijadikan makanan burung hantu yang diternakkan.

4. Cavia porcellus, Ficher de Waldheim 1817

a.     Habitat

Habitat Marmut adalah di sebuah padang rumput yang luas dan biasanya hidup dalam sebuah kelompok atau koloni yang besar, karena untuk menjaga ketika ada serangan dari predator. Marmut tidaklah menggali lubangnya sendiri. Ia hanya menempati dan memanfaatkan lubang yang sudah tidak tidak dihuni oleh pemiliknya. Marmut adalah hewan yang dapat menyerang musuh dengan ganas, namun Marmut juga termasuk binatang yang penakut dan juga pemalu.

b.      Morfologi

Marmut dapat dibedakan dengan bajing dari bentuk tubuhnya, mereka dapat dikenali dari bentuk tubuhnya yang pendek dan gemuk. Selain itu juga mempunyai dua pasang kaki yang pendek, denga kaki depan dilengkapi cakar. Pada setiap kaki terdapat empat atau lima jari. Adapun tubuh marmut diliputi bulu tebal, dengan ekor terjuntai panjang di bagian belakangnya. Marmut mempunyai sepasang mata dan sepasang telinga yang agak menjorok sehingga seperti tidak tampak karena tertutup bulu Marmut juga mempunyai gigi lengkap berupa gigi seri dan gigi geraham untuk mencerna makanannya.

c. Perilaku
Marmut adalah binatang penggali yang  menggali sistem yang kompleks dari liang yang berisi beberapa pintu masuk , terowongan dan " pintu darurat " , yang digunakan sebagai tempat berlindung dari predator dan sebagai sarang untuk hibernasi dan pengembangbiakan hewan muda . Liang biasanya 3,3 meter , namun mereka dapat mencapai 23 kaki ketika membangun untuk hibernasi. Musim kawin terjadi setelah muncul dari hibernasi. Kehamilan berlangsung 30 hari dan berakhir dengan 3-8 anak marmut.

d. Manfaat Ekologi
  
            Manfaat dialam dari marmut adalah kotoranya yang dapat menjadi pupuk bagi tanaman dan padang rumput di habitat aslinya, selain itu juga dalam tatanan rantai makanan marmut sebagai mangsa reptil dan hewan karnivora lainya.

e. Manfaat Ekonomi

Dalam perkembanganya budidaya marmut mulai banyak dibudidayakan sebagian kalangan karena memiliki prospek pasar yang masih terbuka sebagai bahan makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan manusia selain dipercaya sebagai obat, selain itu juhga di jadikan binatang praktek laboraturium.

5. Rattus novergicus, Linnaeus 1758
1.      Habitat
Membuat lubang/sarang di tanah, bersembunyi di Basement dan bagian terendah gedung.NocturnalSocial hierarchy sangat kuat Daya jelajah (rats explore) 300 feet per hari dan pandai berenang sampai 1 mil.

b. Morfologi
Berat 150-600 garam memiliki hidung tumpul, ekor lebih pendek dari kepala ditambah badan. Telinga relatif kecil, rambut bagian punggung abu-abu.kaabu-abuan badian perut. ekor lebih pendek dari badannya (6-8.5 inchi/15-22 cm).

c. Perilaku

Lama perkawinan tikus putih adalah 6 jamketika masa subur perkawinan daapat terjadi selama 100 kali, hewan ini sangat produktif dalam hal beranak pinak, tikus putih bisa beranak sejak berusia 3 bulan dan dapat melahirkan 5 ekor anak dalam sekali melahirkan. Siklus reproduksi tikus dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Tikus memiliki potensi perkembangbiakan sangat tinggi, karena Kematangan seks kelamin sangat cepat dan waktu yang diperlukan dari anak tikus menjadi tikus dewasa relatif cepat pendewasa kelamin tikus rumah 5-8 minggu.


d. Manfaat ekologi

manfaat ekologi dialam mencit merupakan makanan bagi ular dan burung hantu, dimana sudah jelas dalam rantai makanan, apabila tikus di basmi secara besar-besaran maka ketrsediaan makanan bagi predator diatasnya dalam sistem rantai maknan akan terganggu

e. Manfaat ekonomi

Salah satu manfaat ekonomi dari mencit adalah diternakkan sebagai bahan peraktikum laboraturim, selain itu juga diperdagangkan untuk memberi makan pada jenis reptil kususnya ular. Dibeberapa daerah di Indonesia tikus juga dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi masyarakat. Di Pulau Jawa terkadang terserang hama tikus dimana tikus ditangkap dan dijadikan makanan burung hantu yang diternakkan.