Jumat, 10 April 2015

ANGKET UNTUK AHLI DESAIN



ANGKET UNTUK AHLI DESAIN
INSTRUMEN MODUL KEANEKARAGAMAN  HAYATI

Petunjuk Pengisian
Berilah tanda check (√) pada kolom nilai sesuai penilaian Anda terhadap Modul Keanekaragaman Hayati.
Kriteria penilaian adalah sebagai berikut:
B: Baik, CB: Cukup Baik, KB: Kurang Baik, dan TB: Tidak Baik.
Apabila penilaan Anda adalah KB atau TB maka berilah saran terkait dengan hal-hal yang menjadi kekurangan dalam pembuatan Modul Keanekaragaman Hayati.

No
Kriteria penilaian
Nilai
B
CB
KB
TB
A
Bahan Produk Modul
1
Bahan kover memiliki evek yang baik terhadap mutu cetak




2
Bahan isi buku tidak mudah robek dan memberikan kenyamanan dalam membeca




B
Desain Kover
3
Tata letak sesuai dan menarik minat baca




4
 Ilustrasi kover dapat memberikan refleksi minat baca modul




C
Desain Isi
5
Penampilan Judul Konsisten




6
Tatal letak memudahkan dalam membaca materi isi




7
Penyajian isi materi menimbutlakn suasana menyenangkan.




8
Ilustrasi isi model sesuai dan mendukung materi




9
Kejelasan tulisan dan gambar




D
Cetakan
10
Cetakan Isi bersih dan jelas




11
 Cetakan cover bersih dan jelas






Metro,.......,....................2015
                                                                                    Ahli desain



(.............................................)
                                                                        NIP:

Mamalia Ordo Rodentia



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Karakteristik Umum Mamalia
Persebaran mamalia di bumi begitu luas dan tersebar di setiap relung ekologi. Daerah penyebaran mamalia dimulai dari kutub sampai daerah tropis. Sukiya (2001:93) menyatakan “asal-usul mamalia adalah bangsa reptil, muncul pada era Mesozoikum, mamalia telah menyebar disetiap relung ekologi di bumi dan diketemkan dilaut, sepanjang pantai, danau, sungai, di bawah tanah, di atas tanah, di pohon bahkan di udara”Ciri yang membedakan mamalia dengan hewan lainya adalah kelenjar susu yang dimiliki, selain itu juga tubuh mamalia ditutupi oleh rambut. Hal ini selaras dengan pernyataan Reece (2003:272) menyatakan:Kelenjar mamae yang menghasilkan susu adalah ciri yang membedakan mamalia seperti halnya juga rambut. Semua induk mamalia memberikan makanan anaknya dengan susu, makanan seimbang yang kaya akan lemak, gula, protein, mineral, dan vitamin. Sebagian besar mamalia dilahirkan dan bukan ditetaskan. Fertilisasi terjadi secara internal dan embrio berkembang di dalam uterus dari saluran reproduksi betina.


 
Mamalia termasuk dalam Sub Filum Vertebrata yang artinya memiliki tulang belakang selain kelenjar mammae karakteristik lainya adalah memilki rambut, suatu karakteristik penentu seperti bulu pada kelas Aves yang kebanyakan digunakan untuk terbang pada sayapnya. “Sistem sirkulasi sirkulasi mamalia lebih maju dari vertebrata lainya, memiliki empat ruang jantung yang terdiri atas dua atrium dan dua ventrikel” (Sukia, 2001:98).
Mamalia ordo Rodentia merupakan mamalia berukuran kecil seperti tupai, tikus, berang-berang, mencit dan lain sebagainya. Keunikan ordo Rodentia terletak pada gigi seri yang berbentuk seperti pahat yang tumbut terus menerus (Reece, 2003:271).
Pernytaan di atas diketahui bahwa Mamalia ordo Rodentia memeiliki ciri khusus yang membedakan dari Mamalia ordo lain, yaitu gigi serinya terus tumbuh secara terus menerus sepanjang hidupnya. Selain itu, Mamalia ordo Rodentia adalah hewan kecil ketimbang ordo-ordo Mamalia lainya. Menurut Lucas dan Corleet yang dikutip Hariadi, Novarino, dan Rizaldi (2012:135) menyatakan:
Gigi ini yang digunakan oleh Mamalia ordo Rodentia untuk mengkerat biji-bijian atau jenis makananya untuk di konsumsi. Secara alamipun Mamalia akan membantu pulihnya kondisi hutan bila mamalia tersebut benar-benar diselamatkan, dikarenakan mamalia juga berperan sebagai dispersial atau pemecah biji.

Gigi yang terus memanjang ini digunakan untuk mengerat dan memecah biji-bijian yang di makanya. Ordo Rodentia di alam liar dapat membantu dalam penyebaran biji yang nantinya biji tersebut  akan tumbuh pada tempat yang lain. Perilaku Mamalia Ordo Rodentia ini akan membantu daripada pelestarian lingkungan agar terus terjaga secara alamiah. Secara alamia Mamalia ini dapat membantu pulihnya tumbuhan di suatu daerah bila hewan tersebut diselamatkan.


B.     Habitat dan Distribusi
Distribusi Mamalia secara umum sangatlah luas, mulai dari daerah kutup sampai tropis. “Ordo Rodentia (hewan yang mengerat) merupakan kelompok mamalia utama (42%) yang dapat berkembang pada berbagai lingkungan di seluruh dunia dengan jumlah yang tercatat lebih dari 2.050 spesies” (Baco, 2011:48). Di Indonesia terdapat 710 spesies Mamalia berdasarkan Checklist of The Mammal of Indonesian.
Habitat Mamalia ordo Rodentia tersebar di beberapa tempat yang menjadi habitat primer dan sekunder, ketersediaan makanan yang terjamin mengindikasikan menjadi tempat yang nyaman dari berbagai hewan ini seperti persawahan, perkebunan, aliran sungai, dan pemukinan. Tingkah laku tetitorial pada mamalia lebih sulit dipelajari, sebab tingkah laku yang nampak apakah untuk mempertahankan teritorial atau hanya secara naluri. Rodentia anggota Heteromyidae (tikus kanguru, mencit dan sejenisnya) dan Geomyidae (tikus tanah kecil), banyak yang menyendiri sepanjang tahun. Berbagai tikus sebagian besar hidupnya untuk menjaga dan mempertahankan rumah dengan berkelahi (Sukia, 2001).
Habitat Mamalia ordo Rodentia sangatlah beranekaragam dan sulit untuk didipelajari. Ordo Rodentia dapat dibedakan dari tempat yang ditinggalinya atau kebiasaan hidupnya, sepetri tikus rumah yang hidupnya kebanyakan di perumahan, tikus sawah dengan habitat dipersawahan dan beberapa tupai ada yang hidup dipohon dan ada yang hidup di darat. Mamalia ordo Rodentia juga memiliki kecendrungan aktif pada waktu waktu terten seperti pagi dan sore sepetri tupai dan malam hari seperti pada tukus.
C.    Kajian Mamalia ordo Rodentia
1.      Anatomi
Hewan pengerat pengerat lebih seragam bila dibandingkan dengan hewan mamalia lainya, beberapa ciri seperti tubuh kecil serta ekor dan kumis panjang. Kaki depan lazim memiliki 5 jari dan kaki belakang memiloki 3-5 jari (Roosheroe dan Ubaidillah, 2010). Biasanya bebrapa Mamalia ordo Rodentia menggunakan ekor untuk keseimbangan dalam bergerak. Karena anatomi bersifat umum dibandingkan dengan mamalia lain, hewan pengerat dapat beradaptasi dengan mudah, sehingga memungkinkan dapat hidup di banyak habitat
2.      Indra
Kebanyakan hewan pengerat memiliki indra penciuman dan pengelihatan yang tajam. Sehingga dapat dikombinasikan dengan kumis panjang yang peka terhadap sentuhan, ketiganya memperkuat kesadaran akan lingkungan sekitar (Roosheroe dan Ubaidillah, 2010). Spesies yang aktif pada malam hari memiliki mata yang lebih besar dibandingkan spesies siang hari, hal ini karena memaksimalkan jumlah cahaya yang diterima oleh retina mata.
3.      Cara Hidup
Cara hidup Mamalia ordo Rodentia secara umum berkelompok dan beberapa menyendiri dalam hal mencari makan. Terdapat tiga perilaku hewan Rodentia yaitu aktif pada siang hari, malam hari, dan pagi serta sore hari.  Hewan Rodentia sanagatlah sosial dalam kemompoknya.

Roosheroe dan Ubaidillah (2010:145) menyatakan:
Seperti kebanyakan tupai tanah sanagat sosial. Mereka tingga dalam sistem liangyang disebut kota, setiap kota dapat menyangkup wilayah seluas 1 km2. Liang yang saling berhubungan dalam suatu kota memberi tempat perlindungan dari predator dan tempat aman untuk membesarkan anak.

Perilaku sosial pada hewan Rodentia memiliki keuntungan yang sangat besar dalam kelangsunagn hidupnya. Hidup secara berkelompok akan memberikan rasa nyaman dan perlindungan dari predator yang mengintainya sehingga dapat menjaga anak-anaknya terus hidup dan bekembang biak. Cara  hidup tikus ini mengakibatkan populasinya semakin meningkat yang dikarenakan anakan yang dilahirkan dapat hidup sampai siap melakukan perkawinan.
4.      Reproduksi
Tingginya tingkat kelahiran penegrat membuat populasi mereka menjadi stabil, hal ini memberikan arti bahwa predator dan manusia berperan kecil dalam keberlangsungan hewan Rodentia. Roosheroe dan Ubaidillah (2010:145) menyatakan “tikus coklat dapat berkembang biak di usia 2 bulan dan menghasilkan lebih dari 10 ekor anak”. Pada hewan pengerat siklus hidup yang lengkap dari daya tarik seksual sampai dengan membesarkan anak.
5.      Mencari Makanan
Makanan merupakan hal penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hewan, selain itu juga kebutuhan makanan sangat penting dalam mendapatkan energi untuk beraktifitas, zat yang terkandung dalam makanan antara lain karbohidrat, protein, vitamin dan serat. Sumber makanan merupakan hal penting dari kehidupan, beberapa makanan Mamalia ordo Rodentia adalah:
a)      Markisa (Passiflora edulis)
Markisa termasuk tumbuhan merambat dengan bentuk buas bulat sampai dengan lonjong, dengan bentuk daun menjari, di indonesia markisa asam yang sudah dibudidayakan secara komersial adalah markisa ungu. Tanaman markisa dapat dikembang biakan dengan cara generatif menggunakan biji atau secara vegetatif. Buah markisa dari 100 gram dari bagian buah yang dimakan mengandung 69-80 % air, 2,3% protein, 2% lemak, 16% karbohidrat, 3,5% serat ( Karsiana, Hutabarat, dan Mansur, 2010).
b)   Bunga Matahari (Helianthus Annuus L)
Biji bunga matahari merupakan sumber lemak, protein, dan karbohidrat yang potensial dengan kandungan 21,55 dan 19% . Selain itu juga menghasilkan minyak makan dengan kandungan 40-50% dari berat biji. Asam lem,ak tak jenuh yang terdapat pada minyak bunga matahari mencapai 91% lebih banyak dibandingkan pada minyak kedelai 85%, kacang tanah 82%, dan jagung 81% (Suprapto dan Supanjani, 2009).
c)      Kelapa (Cocos nucifera L)
Tanaman kelapa merupakan tanaman serba guna dan memiloiki nilai ekonomis yang tinggi. Buah kelapa terdiri dari serabut, tempurung, daging buah dan air, berat buah kelapa kira-kira 2 kg per butir. Seluruh bagian pohon kelapa dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Biasanya tupai menjadi hama pada perkebunan kelapa karena memakan daging buah dengan cara melubangi buah kelapa tersebut. Air dari buah kelapa juga dapat di jadikan menjadi minuman dan sari buah (nata de coco). Rindengan dan Novarianto (dalam Pandanwati, 2009).Kandungan gizi kelapa dalam 100 g adalah air 83,3 gr, protein 1 g, lemak 0,9 g, energi 68 kcal, dan vitamin 4 g.
d)     Pepaya (Carica papaya)
Pepaya merupakan tumbuhan yang dibudidayakan dengan buahnya yang serba guna, baik dimakan secara segar atau di olah menjadi makan lain, buah pepaya masih muda berwarna hijau sedangkan pada waktu masak kulit buah akan menguning. Daging buah pepaya bervariasi warna bergantung pada jenisnya ada yang berwarna merah, jingga, dan kuning. Setiawan (dalam Pandanwati, 2009) menyatakan buah pepaya mengandung enzim papain, alkoloid karpaina, glikosoid, karposit, beta karoten, dan galaktosa. Daun pepaya juga berkasiat obat dan perasanya digunakan dalam pengobatan tradisional.
e)      Padi (Oriza sativa)
Padi adalah makan bebagian besar penduduk di Indonesia dengan bentuk buah bulir, padi atau beras mengandung karbohidrat tinggi. Penelitian yang telah dilakukan tikus sawah lebih memilih beras dibanding umpan lainya, seperti umbi jalar, ubi kayu, dan jagung pipih (Rochman dan sukarna dalam Baco, 2011).

6.      Mamalia ordo Rodentia dan Manusia
Beberapa hewan pengerat terutama mencit dan tikus dianggap hama oleh manusia karena kerap bersaing langsung dengan manusia karena makanan mereka kebanyakan sama, seperti tikus yang menjadi hama pada tanaman padi dan jagung. Kerugian yang disebabkan oleh hewan Mamalia ordo Rodentia juga tidak sedikit seperti menurunya hasil panen bahkan kegagalan panen pada pertanian.
Roosheroe dan Ubaidillah (2010:145) menyatakan:
Hewan pengerat mengkonsumsi lebiah dari 40 juta ton makanan manusia setiap tahun, dan diperkirakan menyebabkan lebih dari 20 penyakit menular pada organisme. Meski populasi dapat dikendalikan dengan perangkap dan racun, tetapi banyak spesies yang cukup cerdas untuk belajar menghindari upaya tersebut.

Tikus  kebanyakan menjadi musuh manusia, banyak Mamalia ordo Rodentia yang bermanfaat seperti dalam dunia medis. Selain itu bermanfaat dapat memelihara kesehatan hutan karena hewan pengerat menyebarkan biji dari buah yang dimakanya. Penyebaran biji oleh hewan Mamalia ordo Rodentia dapat menjaga dari kelestarian hutan pada habitat aslinya, sehingga memberikan manfaat bagi keberlangsungan hutan itu sendiri.

D.    Status CITES
CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies tumbuhan dan satwa  liar yang terancam punah, merupakan suatu pakta perjanjian yang disusun pada suatu konferensi diplomatik di Washington DC pada tanggal 3 Maret 1975 dan dihadiri oleh 88 negara sehingga konvensi ini disebut juga Washington Convention.
 CITES ditandatangani oleh 21 negara dan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1975. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No. 43 Tahun 1978. Sekretariat CITES berada di negara Swiss.
Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora(2013) menyatakan:

CITES memuat tiga lampiran (appendix) yang menggolongkan keadaan tumbuhan dan satwa liar pada tingkatan yang terdiri dari:
1.    Appendix I yang memuat daftar dan melindungi seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang terancam dari segala bentuk perdagangan internasional secara komersial.
2.    Appendix II yang memuat daftar dari spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin akan terancam punah apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.
3.    Appendix III yang memuat daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang telah dilindungi di suatu negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya, dan memberikan pilihan (option) bagi negara-negara anggota CITES bila suatu saat akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke Appendix II, bahkan mungkin ke Appendix I.

Keterancaman hewan akan memberikan dampak yang merugikan dalam tatanan ekosistem sehingga badan konservasi dunia menetapkan status hewan dan tumbuhan yang didalamnya termasuk Mamalia Ordo Rodentia. Penggolongan status hewan dan tumbuhan terbagi atas tiga katagori yang telah di tentukan oleh badan konservasi Cites, dampak dari pengkatagorian ini akan memberikan rambu perdagangan dan perburuan liar demi kelangsungan dan terjaganya flora dan fauna yang terancam punah.

Hewan Mamalia ordo Rodentia yang di lindungi dalam CITES antara lain sebagai berikut:
Tabel 1. Daftar Mamalia ordo Rodentia yang dilindungi Internasional
Status
Appendix I
Appendix II
Appendix III
Chinchilla sp
Leporillus conditor
Pseudomys fieldi paraeconis
Xeromys myoides
Zyzomys pedunculatus
Cynomys mexicanus
Ratufa sp
Cuniculus paca
Dasyprocta punctata
Sphiggurus mexicanus
Sphiggurus spinosus
Marmota caudata
Marmota himalayana
Sciurus deppei
Sumber: Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora, 2013.

Data yang dikeluarkan oleh CITES merupaka status keragaman fauna dan flora yang terancam punah. Hal ini sebagai bentuk perlindungan terhadap kepunahan flora dan fauna yang terdapat dialam liar diseluruh negara. Kepunahan akan teratasi dan kelestarian menjadi hal penting dengan adanya perlindungan yang diatur secara jelas.

E.     Konsep Bahan Ajar Modul
1.      Bahan Ajar
National Center for Compertency Based Training (dalamPrastowo, 2012:16) menyatakan bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.  Bahan ajar yang digunakan merupakan alat yang memudahkan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran dikelas, sehingga apa yang dipelajari akan mudah diterima oleh peserta didik.


Sanjaya (2011:150-151) menyatakan bahwa:
Pengemasan materi dan pesan pembelajarandapat dilakukan dengan menggunakan dua carayakni pengemasan secara visualdan pengemasan dalam bentik cetak. Dalam bentuk apapun penegmasan pesan dan bahan pembelajaran harus memperhatikan tiga kriteria yaitu :
a.    Novelty, artinya suatu pesan akan bermakna apabila sifatnya baru dan mutakhir.
b.    Proximity, artinya pesan yang disampaikan harus sesuai dengan pengalaman peserta didik.
c.    Conflict, artinya pesan yang disajikan sebaiknya dikemas sedemikian rupasehingga menggugah emosi.

Pengemasan bahan ajar yang sifatnya baru dan sesuai dengan perkembangan peserta didik sangatlah perlu karena akan memberikan kemudahan dalam pembelajaran. Modul sebagai salah satu bahan ajar cetak yang dikemas sedemikian rupa agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa harus dengan bimbingan oleh guru.
2.      Modul
 Proses belajar mengajar terdapat dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik Arsyad (dalam Asrani, 2014:36). Media pembelajaran sangatlah banyak sehingga guru harus pintar memilih media yang tepat. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan baik secara mandiri maupun kelompok adalah modul.
 Suherman (dalam Prastowo. 2012:105) menyatakan bahwa modul adalahsuatu program pembelajaran terkecilyang dapat dipelajari oleh peserta didik secara mandiri. Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa modul pada dasarnya adalah bahan ajar yang mudah dipelajari oleh peserta didik secara mandiri diluar jam pelajaran disekolah. Peserta didik yang sudah memahami modul yang satu maka akan melanjutkan modul berikutnya untuk menambah keilmuan peserta didik tersebut.
Prastowo (2011:112-113) menyatakan bahwa:
Modul paling tidak harus berisikan tujuan unsur, yakni judul, petunjuk belajar (petunjuk pesertadidik atau pendidik), kompetensi yang akan dicapai, informasi pendikung, latihan-latihan, petunjuk kerja atau lembar kerja (LK), dan evaluasi. Melalui ketujuh komponen itulah, kita bisa menyusun sebuah bahan ajar yang disebut modul.

Penyusunan modul haruslah secara sistematis agar mudah untuk dipelajari oleh peserta didik, hal ini penting karena bahan ajar modul memiliki fungsi sebagai bahan belajar oleh peserta didik secara mandiri. Kegiatan pembelajaran, modul dapat diartikan sebagai suatu unit lengkap yang berdiri sendiri yang terdiri dari rangkaian kegiatan pelajaran yang disusun untuk membantu peserta didik mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara jelas (Sanjaya, 2011).
Nasution (dalam Handayani, 2013:5) menyatakan:
Melalui modul pembelajaran yang disusun dengan baik dapat membrikan banyak keuntungan bagi peserta didik diantaranya terdapat balikan, penguasaan tuntas, fleksibelitas, pengajaran remidial, lebih termotifasi, pengayaan, dan terdapat tujuan yang jelas sehingga peserta didik terarah untuk mencapainya tujuan pembelajaran dengan segera.

Pembelajaran yang didukung oleh media pembelajaran yang disusun dengan baik memberikan kemudahan untuk tercapainya tujuan pemeblajaran. Penguasaan oleh peserta didik akan materi pelajaran dapat tercapai bila disusunya modul yang mudah dipelajari dengan bahasa mudah dipahami, hal ini selaras dari pada tujuan dari modul.
Hartoyo (2009:55) menyatakan:
1.      Tujuan peneulisan modul adalah memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal.
2.      Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indra baik peserta didik atau peserta diklat maupun guru atau instruktur.
3.      Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi seperti:
a.       Meningkatkan motivasi dan gairah belajar peserta didik.
b.      Mengembangkan kemampuan peserta didik
c.       Meningkatkan peserta didik untuk belajar mandiri
d.      Memungkinkan peserta didik dapat mengeveluasi hasil belajar sendiri.

Setiap peserta didik memiliki motivasi, bakat dan kecerdasan yang berbeda, kemampuan peserta didik uang memiliki motivasi yang rendah akan berbeda dengan peserta didik yang memiliki motivasi yang tinggi. Agar peserta didik dengan berbagai karakter tersebut dapat menguasai materi dan tercapai dari pada tujuan belajar maka perlu diupayakan media pembelajaran yang tepat, salah satunya adalah modul.