Jumat, 29 Maret 2013

Molusca


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keanekaragaman hayati yang melimpah perlu di kelompokan berdasarkan persamaan. Pengelompokan atau klasifikasi ini bertujuan untuk menyederhanakan objek studi mahluk hidup yang beranekaragam sehingga mudah dipelajari. Sistem klasifikasi dibedakan menjadi tiga macam yaitu sistem artifisial atau sistem buatan (berdasarkan struktur morfologi, anatomi, maupun fisiologi), sistem alam (berdasarkan morfologi), dan sistem filogeni (berdasarkan teori evolusi).
Filum mollusca merupakan kelompok hewan terbesar kedua dalam kerajaan binatang, setelah filum Arthropoda dengan anggota yang masih hidup berjumlah sekitar 75 ribu jenis, serta 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Mollusca bersifat kosmopolit, artinya ditemukan di mana-mana, di darat, payau, di laut, di air tawar mulai dari daerah tropis hingga daerah kutub. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita. Mollusca terbagi dalam lima kelas yaitu Gastropoda, Scaphopoda, Amphineura, Pelecypoda, dan Cephalopoda.

B. Tujuan
a)    Mengetahui filum mollusca.
b)   Mengetahui ciri-ciri mollusca.
c)    Mengetahui jenis-jenis molusca.
d)   Untuk mengetahui angota-anggota kelas dari filum mollusca.
e)    Mengetahui keuntungan dan kerugian mollusca bagi manusia.







BAB II
PEMBAHASAN


A.  Pengertian Mollusca
Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak. Mollusca adalah golongan hewan yang bertubuh lunak, tidak beruas dan tubuh dilindungi oleh satu atau lebih cangkang yang terbuat dari kapur (Kalsium karbonat). Cangkang ini dibentuk oleh lapisan dinding tubuh yang disebut mantel. Tubuhnya tersusun dari tiga lapisan embrional yaitu ekstoderm, mesoderm dan endoderm. Hewan ini memiliki coelem yang sempit dan tergolong triploblastik selomata.


GAMBAR  1.1   FILUM MOLLUSCA
 
mollusca

B. Ciri-ciri Filum Mollusca
Ciri-ciri umum dari filum mollusca yaitu :
a.    Tubuh lunak, tidak bersegmen
b.    Kaki berbentuk pipih, lebar dan berotot
c.    Sekresi zat cangkang = kalsium karbonat
d.   Simetri tubuhnya bilateral
e.    Memiliki kelenjar lendir yang terdapat pada kelenjar pembuat bahan cangkok
f.     Ada bagian tubuh yang berperan sebagai kaki
g.    Reproduksi seksual




Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi. Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun ada yang dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m seperti cum-cumi raksasa.

Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh mollusca terdiri dari tiga bagian utama :
Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak merayap atau menggali. Pada beberapa molluska kakinya ada yang termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa. Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang lunak. Massa viseral merupakan kumpulansebagaian besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan. Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus.Selain itu, mantel dapat mensekresikan bahan penyusun cangkang pada mollusca bercangkang.
Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang nengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada mollusca tertentu.Lidah bergigi yang melengkung kebelakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan. Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang. Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Organ ekskresinya berupa seoasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.

Cara hidup dan habitat
Mollusca hidup secar heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme. Habitatnya di air tawar, di laut dan didarat. Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.

Reproduksi
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur. Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.


C.  Klasifikasi Mollusca:

     http://htmlimg4.scribdassets.com/28n1v66t8gopdje/images/4-db50d4b448.jpg

Gambar 1.2  klasifikasi molusca
 
 


Filum mollusca ini dibagi menjadi 5 kelas yaitu :

1.    Kelas Pelecypoda.

Gambar 1.3  kerang
 
     pelecypoda


Pelecypoda memiliki ciri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak. Kaki Pelecypoda dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat atau menggali pasir dan lumpur. Pelecypoda ada yang hidup menetap dan membenamkan diri di dasar perairan. Pelecypoda mampu melekat pada bebatuan, cangkang hewan lain, atau perahu karena mensekresikan zat perekat. Pelecypoda memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup sehingga disebut juga Bivalvia. Kedua cangkang pada bagian tengah dorsal dihubungkan oleh jaringan ikat (ligamen) yang berfungsi seperti engsel untuk membuka dan menutup cangkang dengan cara mengencangkan dan mengendurkan otot. Cangkang tersusun dari lapisan periostrakum, prismatik, dan nakreas. Pada tiram mutiara, jika di antara mantel dan cangkangnya masuk benda asing seperti pasir, lama-kelamaan akan terbentuk mutiara. Mutiara terbentuk karena benda asing tersebut terbungkus oleh hasil sekresi palisan cangkang nakreas.
Pelecypoda tidak memiliki kepala. Mulutnya terdapat pada rongga mantel, dilengkapi dengan labial palpus. Pelecypoda tidak memiliki rahang atau radula. Maka makanannya berupa hewan kecil seperti protozoa, diatom, dan sejenis lainnya. Insang Pelecypoda berbentuk lembaran sehingga hewan ini disebut juga Lamellibranchiata (dalam bahasa latin, lamella = lembaran, branchia = insang). Lembaran insang dalam rongga mantel menyaring makanan dari air yang masuk kedalam rongga mantel melalui sifon (corong). Sistem saraf Pelecypoda terdiri dari tiga pasang ganglion yang saling berhubungan. Tiga ganglion tersebut adalah ganglion anterior, ganglion pedal, dan ganglion posterior. Reproduksi Pelecypoda terjadi secara seksual. Organ seksual terpisah pada masing-masing individu. Fertilisasi terjadi secara internal maupun eksternal. Pembuahan menghasilkan zigot yang kemudian akan menjadi larva.

2.    Kelas Gastropoda

Gambar 1.4  siput
 
gastropoda

Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia fulica). Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventrel tubuhnya. Gastropoda bergerak lambat menggunakan kakinya.
Gastropoda merupakan kelas yang terbesar dari moluska. Siput dan siput tak bercanggkang termasuk dalam kelas ini. Siput bercanggkang tunggal dan spiral. Siput dewasa tidak menunjukan simetri bilateral tetapi larvanya simetri bilateral. Gastropoda mempunyai lidah yang panjang dan sempit yang ditutupi deretan gigi kecil. Lidahnya disebut radula. Hewan ini mempunyai kepala dan dua pasang tentakel. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang. Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau..
Pada ujung tentakel terdapat mata. Sebagian besar spesies gastropoda hidup di laut tetapi beberapa hidup di air tawar bahkan ada yang hidup di darat. Yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru. Siput tak bercangkang dapat ditemukan di laut dan di darat. Warna siput darat sederhana namun siput tak bercangkang yang hidup di laut kebanyakan berwarna menyolok dan indah. Beberapa jenis gastropoda dapat dimakan. Kebanyakan siput laut memakan pelecypoda. Bekecot termasuk gastropoda yang merugikan pertanian. Berberapa siput merupakan inang perantara bagi cacing.

3.    Kelas Cepalophoda

Gambar 1.5    cumi-cumi

 
        cephalopoda

Cephalopoda berasal dari bahasa Yunani yitu chephalo yang berarti kepala dan podos yang artinya kaki. Jadi Cephalopoda adalah mollusca berkaki di kepala atau kepalanya dilingkari oleh kaki-kaki yang termodifikasi menjadi tentakel-tentakel. 
Yang termasuk kelas ini misalnya gurita, cumi-cumi, dan nautilus. Hewan ini mempunyai kepala yang besar dan bermata sangat tajam. Pada kepala terdapat tangan-tangan (delapan pada gurita dan sepuluh pada cumi-cumi) yang berguna untuk pergerakan dan mencari mangsa. Mata cephalophoda dapat melihat dan berfungsi seperti vertebrata. Hanya Nautilus lah yang bercangkang. Cangkang cumi-cumi kecil berupa lempengan yang melekat pada mantel sedangkan gurita tidak bercangkang.
Cephalophoda merupakan anggota dari mollusca. Chephalophoda juga termasuk hewan terbesar dari semua invertebrata. Pernah ditemukan gurita sepanjang 28 kaki dan cumi-cumi sepanjang 50 kaki. Cumi-cumi dapat bergerak sangat cepat dengan cara menyemprotkan air dari bawah mantelnya. Bila dalam bahaya cumi-cumi melarikan diri sambil menyemprotkan tinta berwarna hitam bersama-sama dengan air yang digunakan untuk bergerak dan cairan ini akan menghambat lawan. Gurita dan cumi-cumi dapat dimakan.
4.    Kelas Scaphopoda

Gambar 1.5  Dentalium vulgare
 

Scaphopoda merupakan kelas terkecil dari Mollusca. Hewan ini hanya hidup di laut atau di pantai yang berlumpur. Cangkangnya tajam, berbentuk silinder, taring, belalai atau terompet yang kedua ujungnya terbuka, karena disesuaikan dengan tempat hidupnya, yaitu di laut dan terpendam di dalam pasir / lumpur. Warna yang paling sering adalah putih - coklat atau putih - hijau. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi tubuhnya yang sangat lunak. Hewan ini mempunyai kebiasaan membenamkan diri di pasir pantai.
Scaphopoda memiliki lebih dari 350 spesies dan habitatnya mulai dari laut dangkal sampai ke laut dalam (2000 meter di bawah permukaan laut). Panjang tubuhnya sekitar 2 mm - 15 cm. Dekat mulut terdapat tentakel kontraktif bersilia, yang berfungsi sebagai alat peraba dan untuk menangkap mikroflora maupunmikrofauna. Sirkulasi air untuk pernafasan digerakkan oleh gerakan kaki dan silia, sementara itu pertukaran gas terjadi di mantel, dimana oksigen diserap secara langsung ke dalam sirkulasi darah. contoh: Dentalium vulgare.
Ciri-ciri dari hewan kelas scaphopoda yaitu :
a)    Kaki ada dimulut.
b)   Cangkang berbentuk kerucut atau terompet, 2 ujung terdapat lubang.
c)    Satu pasang netrida: sistem ekskresi.
d)   Cillia dan tentakel.
5.    Kelas Amphineura
        

Gambar 1.6   chilton
 
 

Kelas Amphineura termasuk dalam filum   mollusca yang hidupnya melekat di dasar perairan. Tubuhnya dilindungi cangkang (cangkok) yang tersusun secara tumpang tindih seperti genting.
Hewan ini bersifat hermafrodit (berkelamin dua), fertilisasi eksternal (pertemuan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh). Contohnya Cryptochiton sp atau kiton. Hewan ini juga mempunyai fase larva trokoper.

Ciri-ciri hewan kelas amphineura yaitu :
a)      simetri tubuhnya bilateral.
b)      Bentuk tubuh pipih.
c)      kaki lebar, pipih dan terdapat radula (lidah parut).
d)     sistem ekskresi: 1 pasang ginjal.
e)      sistem peredaran darah: terbuka.
f)       sistem pencernaan: mulut => vaduka => kerongkongan => perut => usus => anus.
g)      sistem saraf: cincin esofagus yang memiliki 2 cabang, 1 menuju ke rongga mantel, 1 menuju ke daerah kaki.

Contoh hewan yang termasuk kelas ini adalah Chilton sp dan Neopilina sp. Chilton sp mirip siput tak bercangkang hidup di daerah pantai cangkangnya terdiri dari bebarapa (biasanya delapan lempengan yang tersusun secara tumpang tindih). Meskipun kelihatannya beruas-ruas tetapi organ dalamnya tidak. Neopilina disebut fosil hidup karena sebelum ditemukan pada tahun 1957. Hewan ini dianggap sudah punah sejak jutaan tahun yang lalu. Moluska ini sangat menarik perhatian karena di samping memiliki sifat-sifat moluska bagian dalamnya beruas-ruas. Karena susunan yang beruas-ruas seperti Annelida dianggap bahwa annelida-annelida dan moluska mempunyai kerabat yang dekat.
D.  Peran mollusca bagi manusia
Umumnya mollusca menguntungkan bagi manusia, namun ada pula yang merugikan. Peran mollusca yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
1)      Sumber makanan berprotein tinggi, misalnya tiram batu (Aemaea sp.), kerang (Anadara sp.), kerang hijau (Mytilus viridis), cangkang (Tridacna sp.), sotong (Sepia sp.), cumi-cumi (Loligo sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatina fulica).
2)      Perhiasan, misalnya tiram mutiara (Pinctada margaritifera).
3)      Hiasan dan kancing, misalnya dari cangkang tiram batu (Aemaea sp.), Nautilus, dan tiram mutiara (Pinctada margaritifera).
4)      Bahan baku teraso, misalnya cangkang (Tridacna sp.)
Mollusca yang merugikan bagi manusia adalah sebagai berikut :  
1)      Bekicot (Achatina fulica) dan keong sawah yang merupakan hama dari tanaman.
2)      Siput air adalah perantara cacing Fasciola hepatica.















BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Mollusca adalah golongan hewan yang bertubuh lunak, tidak beruas dan tubuh dilindungi oleh satu atau lebih cangkang yang terbuat dari kapur (Kalsium karbonat). Cangkang ini dibentuk oleh lapisan dinding tubuh yang disebut mantel. Tubuhnya tersusun dari tiga lapisan embrional yaitu ekstoderm, mesoderm dan endoderm. Hewan ini memiliki coelem yang sempit dan tergolong triploblastik selomata.
Sebagian besar mollusca hidup di laut tetapi banyak juga yang hidup di air tawar bahkan beberapa hidup di darat. Umumnya mollusca menguntungkan bagi manusia, namun ada pula yang merugikan. Filum ini dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas Pelecypoda, kelas Gastropoda, kelas Cepalophoda, kelas Scaphopoda, dan kelas Amphineura.
















DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2008. Phylum Mollusca. (online). http://gurungeblog.wordpress.com.
Anonimus. 2009. Filum mollusca. (online). http://911medical.blogspot.com
Suwarni. 2008. Avertebrata Air. Makassar : Universitas Hasanuddin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar