Jumat, 29 Maret 2013

Telaah Biologi SMP "Sistem Pernafasan dan Sistem Peredatran Darah"


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
              Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas semua limpahan rahmat-Nya, penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul ”Sistem Peredaran darah dan Sistem pernafasan”. Dalam menyelesaikan karya tulis ini tidak sedikit rintangan yang penulis hadapi. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Telaah Biologi SMP yakni Bapak Dr. Muhfahroyin, M.TA.dan TIM , yang memberikan pengarahan  sehingga mempermudah dalam menyusun tugas ini. Selain itu, kepada teman-teman yang selalu memberikan motivasi kepada penulis sehingga tugas individuini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis berharap, karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Penulis  juga sepenuhnya menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan
Wassalamualaikum Wr.Wb.

                                                                             Metro, Desember 2012
Penyusun,


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA  PENGANTAR........................................................................... i
DAFTAR ISI .......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.      LatarBelakang...................................................................................... 1
2.      RumusanMasalah.................................................................................. 2
3.      Tujuan................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Sistem Pernafasn................................................................................. 3
1.      Pengertian Sistem Pernafasan......................................................... 3
2.      Jenis jenis Prrnafasan...................................................................... 3
3.      Organ organ Dalam Sistem Pernafasan.......................................... 4
4.      KelainanAtauGangguanSistemPernapasan.................................... 8

B.     SistemPeredaranDarah...................................................................... 9
1.      Peredarandarah............................................................................... 9
2.      Alat Peredaran Darah..................................................................... 10
3.      Darah.............................................................................................. 12
4.    FungsiDarah................................................................................... 14
5.      Kelainan pada Peredaran Darah..................................................... 15
BAB III PENUTUP
Kesimpulan................................................................................................ 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan atau “pernapasan dalam” dan yang terjadi didalam paru-paru “pernapasan luar”. Pernapasan Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara. Pernapasan Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Darah berfungsi mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan keseluruh tubuh. Darah manusia terdiri atas sel-sel darah (45%) dan plasma darah (55%). Sel-sel darah terdiri atas : eritrosit (4-5) juta/mm3, leukosit (4,5-10) ribu/mm3, dan trombosit (150-300) ribu/mm3. Dalam Surat Al Haqqah ayat 45 dan 46 Allah berfirman:
“Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.”
Maksud dari ayat tersebut ialah jika Rasulullah SAW berdusta terhadap Allah maka sanksi yang akan diberikan ialah pemotongan pembuluh darah yang keluar dari jantungnya (aorta) sehingga kematian adalah hasil akhirnya.
Aorta memiliki aliran darah yang cepat karena tekanannya langsung berasal dari kontraksi jantung, selain itu volume darahnya masih sangat banyak (hanya punya 1 percabangan kecil yaitu koroner) oleh karena itu ketika aorta dipotong maka konsekuensinya ialah akan terjadi pendarahan yang sangat hebat lalu syok dan dengan mudahnya dapat menimbulkan kematian. Ayat ini menjelaskan bahwa: 1. Darah dipandang sebagai suatu “kendaraan” untuk hidup, 2. Arteri yang langsung berasal dari jantung (aorta) penting untuk mempertahankan hidup.
Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu!- (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadits diatas dapat diketahui bahwa ternyata jantung merupakan kumpulan otot (segumpal daging) dan bukannya cair seperti darah ataupun padat dan keras seperti tulang.
Terdapat juga hadits yang menggambarkan tentang proses operasi jantung, ekstraksi (pengeluaran) gumpalan darah atau trombus, dan juga penanganan penyakit jantung’
2.    Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
a.       Mengetahui lebih mendalam tentang sistem pernafasan.
b.      Memahami organ-organ pernafasan serta fungsinya.
c.       Mengetahui lebih mendalam tentang sistem peredaran darah pada manusia.
d.      Mamahami alat peredaran darah serta funsinya.
3.    Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
a.       Apa yang di maksud sistem pernafasan dan sistem peredaran darah.
b.   Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pernapasan dan jenis-jenis peredaran darah.
c.   Sebutkan dan jelaskan alat-alat sistem pernapasan dan sistem peredaran darah.
d.   Apa saja gangguan atau kelainan pada sistem pernapasan dan sistem peredaran darah.




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Sistem Pernafasan

1.      Pengertan Sistem Pernafasan
Sistem Pernafasan atau Respirasi adalah Sistem pada manusia yang berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara luar dan mengeluarkan karbondioksida melalui paru-paru. Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
2.      Jenis-Jenis Pernapasan
1)        Pernapasan Dada
Pernafasan dada adalah adalah pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut :
a)         Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga   dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
b)        Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
2)        Pernapasan Perut
adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut:
a)         Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
b)        Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
3          Organ-organ Pada Sistem Pernafasan
a.         Rongga hidung (Cavum Nasalis)
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ4-UZQv-WWVGGbYzjBdXr02EM8n4X3nHUddEL680ONpgTM7O6N
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. 
b.        Faring (Pangkal tenggorokan)
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQRbZbuMz13Nji2qHCqRUksqCn1atJr-8B19pZUgqbkEKmyCS3P_Q
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pitasuara bergetar dan terdengar sebagai suara. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga tidak mengakibatkan gangguan kesehatan.
c.         Laring
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQnM3OkZY1X9Xnv66TuZBwcikoutLCqXX2XAsXSp7FBCa470J1w1Q
Kotak suara yang menghubungkan faring dengan trakea. Tabung pendek berbentuk seperti kotak triangular dan ditopang oleh tiga kartilago tidak berpasangan (kartilago tiroid, kartilago krikoid , dan epiglotis ) dan tiga kartilago berpasangan ( kartilago ariteniod , kartilago kornikulata, dan kartilago kuneiform).
d.        Tenggorokan (Trakea)
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS2Dd-f0eYXR2Vs1QjJJ18GpIyahKnqfV1DLA2c_z4JAD2orX1A
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dansebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda- benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
e.         Cabang-cabang tenggorokan (Bronki)
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTiEGu7nxOnZ12jmQ3J5AcEf1UalEC8Dl8zCEQ5hXZlEG4Ljsm_rQ

Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkuskiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannyamelingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.


f.          Bronkiolus
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSyRF7RgXARM-v86TZlkK5HhRkcIR439KIy07-1JXYsHfrT_FZbuA
Bronkiolus adalah anak cabang dari batang tenggorok yang terdapat dalam rongga tenggorokan  dan akan memanjang sampai ke paru-paru. Jumlah cabang bronkiolus yang menuju paru-paru kanan dan kiri tidak sama. Bronkiolus yang menuju paru-paru kanan mempunyai 3 cabang, sedangkan bronkiolus yang menuju paru-paru sebelah kiri hanya bercabang 2. Bronkiolus adalah cabang dari bronkus dan memiliki dinding yang lebih tipis, pada ujung bronkiolus terdapat banyak sekali gelembung-gelembung kecil yang dinamakan alveolus. Ciri khas bronkiolus adalah tidak adanya tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya, pada bagian awal dari cabang bronkiolus hanya memiliki sebaran sel globet dan epitel. fungsi dari bronkiolus adalah sebagai media yang menghubungkan oksigen yang dihirup agar mencapai paru-paru.
g.         Paru-paru (Pulmo)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbx2IbpC-4wZxTP7s_VnyyhndiuXba6bnKWobbEfm2KQ03pSjZUdPv0873LVk_utkwYmH3iPU-5y395FG84KYSTc6AMeqFfTt0fYlZfELH1xsDEU5OF9YrzfcChjX-cB-mR6lAcwESIfaI/s1600/paru2.jpg
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmosinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleuravisceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain. Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk  pertukaran gas.

4.      Kelainan Atau Gangguan Sistem Pernapasan
Sistem peredaran oksigen yang diperlukan oleh tubuh manusia bias mengalami gangguan atau kelainan disertai penjelasan pengertian atau definisi singkat yaitu seperti :
a)      Kelainan atau gangguan penyakit saluran pernapasan

a.    Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan  oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.
b.    Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.
c.    Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
d.   Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas
e.    Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura.
f.     Bronkitis, adalah radang pada bronkus.
b)     Kelainan atau gangguan penyakit dinding alveolus

Pnemonia yaitu infeksi akut karena bakteri pnemonia yang terjadi pada paru atau saluran napas bagian bawa.

c)      Kelainan atau gangguan penyakit sistem transportasi udara
a.    Kontaminasi gas CO (karbon monoksida) atau CN (sianida).
b.   Kadar haemoglobin atau hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah (anemia).

B.     Sistem Peredaran Darah
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQBuWMMlP-HuSYooSq9axvLZn8kOcDbr0Az_v5SHB5K0i0w4BNKFg
1)      Peredaran darah
Peredaran darah pada manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a.       Peredaran darah kecil yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung (bilik kanan) melaluli arteri pulmonalis menuju ke paru-paru, kemudian melalui vena pulmonalis kembali ke jantung (serambi kiri).
b.      Peredaran darah besar yaitu peredaran darah dari jantung (bilik kiri) melalui aorta menuju ke seluruh tubuh, kemudian melalui vena cava kembali ke jantung (serambi kanan).
2)      Alat Peredaran Darah
Alat-alat peredaran darah pada manusia terdiri atas :
a)      Jantung
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYJzz7t_w7rfN5MVxEF9Hkq3NWDTq4WlkcdLcpwnU-D6MxpuG52KRTZGnsLWeugQmvoGGyS15m2P94zeiyb6Al-O9-qvTSauEIbCqsSShjR7LAQ6Tr_jh4j9C_XYFaScEpdjThD0093K-O/s320/darah.jpg
Jantung berperan sebagai pemompa dalam sistem peredaran darah. Dua rongga atas yang disebut dengan serambi (atrium) dan dua rongga bawah yang disebut bilik (ventrikel). Jantung memiliki tiga katup yaitu katup vena semilunair yang terletak pada pangkal aorta (arteri besar), katup valvula bikuspidalis yang terletak antara bilik (ventrikel) kiri dan serambi (atrium) kiri, serta valvula trikuspidalis yang terletak antara bilik (ventrikel) kanan dan serambi (atrium) kanan.
Saluran yang keluar dari jantung disebut arteri. Arteri yang berhubungan langsung dengan jantung  yaitu Arteri pulmonalis dan Aorta. Arteri pulmonalis membawa darah kaya CO2 menuju paru-paru dan aorta adalah arteri terbesar yang mengalirkan darah dari jantung (bilik / ventrikel kiri) menuju ke seluruh tubuh.
Saluran yang menuju ke jantung disebut vena. Pada jantung terdapat tiga buah vena yang berhubungan langsung dengan jantung atrium yaitu vena cava superior, vena cava inferior dan vena pulmonalis. Vena cava superior adalah vena yang membawa darah dari organ tubuh bagian atas menuju ke jantung, vena cava inferior adalah vena yang membawa darah dari organ tubuh bagian bawah menuju ke jantung dan vena pulmonalis adalah vena yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju ke jantung. Tekanan darah pada orang dewasa yang normal adalah 120/80 mmHg. Nilai 120 mmHg menunjukkan tekanan darah saat ventrikel berkontraksi disebut tekanan sistol. Nilai 80 mmHg menunjukkan tekanan darah saat ventrikel relaksasi disebut tekanan diastol. Bilik (ventrikel) kiri mempunyai lapisan yang paling tebal karena berfungsi mengedarkan arah dari jantung ke seluruh tubuh. Dan yang kedua ketebalannya adalah bilik (ventrikel) kanan karena tugasnya lebih ringan yaitu memompakan darah menuju paru-paru.

b)     Pembuluh Darah
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ1PKI07NWayJdmsKjQCgm_cUQZ0T2vyBLlQT-Alw80UabfnZYF
Pembuluh darah terdiri dari pembuluh darah nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan kapiler.
a.       ArteriArah alirannya meninggalkan jantung. Darah dalam arteri kaya akanoksigen kecuali arteri paru-paru, letak pembuluh ini agak dalam dari permukaan kulit.
b.      Arteriole, merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan kapiler dengan arteri.
c.       Kapiler, berupa saluran tipis yang memungkinkan terjadi pertukaran zat antara darah dengan sel jaringan tubuh. Pada saat darah berada di kapiler, terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Oksigen dari darah berdifusi ke sel-sel tubuh sedangkan karbon dioksida dari selsel tubuh berdifusi ke dalam darah.
d.      Venule, merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan kapiler dengan vena.
e.       Vena, berfungsi untuk mengalirkan darah dari kapiler menuju jantung. Dindingnya tipis dan kurang elastis. Arah aliran darah dalam vena menuju ke jantung. Darah di dalam vena kaya akan CO2  kecuali vena paru-paru. Letak pembuluh vena dekat dengan permukaan kulit.

3)      Darah
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQvdGX3co7l4mj2bivJKqOOiPQ2svtPDX0jMrhQuhoU4J15slBiaA
Darah manusia berwarna merah karena mengandung hemoglobin. Hemoglobin berfungsi untuk mengankut oksigen  dan karbondioksida. Darah manusia terdiri atas :
1.    Plasma
Merupakan bagian darah yang berupa cairan. Fungsinya mengangkut sari makanan ke seluruh tubuh. Selain itu di dalam plasma darah terdapat protein-protein yang mempunyai fungsi khusus. Protein dalam plasma antara lain berupa albumin  yang berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik darah, globulin yang berfungsi membentuk antibodi, dan fibrinogen yang berfungsi untuk pembekuan darah. Bagian plasma darah yang berperan dalam sistem kekebalan disebut serum. Serum ini mengandung berbagai antibodi yang penting dalam sistem kekebalan tubuh.










2.    Sel-Sel Darah

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRhjk38S9q8uPNvmEI3xWmbtlZq7kbU3VIaZ9MYlowoJs9oojV0        
sel-sel darah merupakan bagian darah yang berupa padatan.yang terdiri dari :

1)      Eritrosit (sel darah merah), berfungsi untuk mengangkut hemoglobin yang berperan sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Bentuk eritrosit bikonkaf dan tidak berinti. Eritrosit dibentuk di sumsum merah tulang pipa dan tulang pipih, Eritrosit yang telah tua dan rusak dirombak di dalam limpa.

2)      Leukosit (sel darah putih), berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh dan kekebalan, yaitu membunuh dan memakan mikroorganisme dan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Leukosit dibentuk di sumsum tulang dan kelenjar limfa. Bentuk leukosit tidak tetap karena bersifat amoeboid, diapedesis, dan fagositosis. Amoeboid artinya dapat bergerak bebas. Diapedesis artinya dapat menembus dinding pembuluh kapiler. Fagositosisyaitu dapat membunuh kuman dengan cara memakannya. Jumlah leukosit normal adalah 4.000 – 10.000 per mm3 darah. Saat terjadi infeksi, jumlahnya dapat melebihi 10.000 per mm3darah yang disebut leukositosis. Jika kadar leukosit kurang dari 4.000 per mm3 disebut menderita penyakit leukopenia. Misalnya karena infeksi penyakit AIDS. Jika kadar leukosit di atas 200.000 per mm3 disebut menderita kanker darah atau leukemia.


3)      Trombosit, berperan dalam pembekuan darah ketika terjadi luka. Trombosit dibentuk di sumsum tulang belakang dan dapat hidup selama 8 hari. Bentuknya bulat atau lonjong dan tidak berinti.

Setiap komponen darah mempunyai fungsi tertentu, sehingga fungsi darah beraneka macam, yaitu sebagai berikut :
a)      Sel-sel darah merah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung dan ke seluruh tubuh.
b)      Plasma darah, mengangkut sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh tubuh, urea dari hati ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urin, dan hormon dari kelenjar endokrin ke seluruh tubuh.
c)      Fagositosis, yaitu menelan kuman penyakit dan zat asing yang masuk dalam tubuh.
d)     Limfosit menghasilkan antibodi untuk membunuh kuman dan antitoksin untuk menetralkan racun.
e)      Melakukan pembekuan darah ketika terjadi luka. Yang berperan penting adalah trombosit.
f)       Menjaga kestabilan suhu tubuh, yaitu berkisar pada 37°C walaupun suhu lingkungan berubah. Darah mampu menyebarkan energi panas secara merata ke seluruh tubuh.

4)      Fungsi Darah
Darah mempunyai fungsi sebagai berikut :
a)      Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah
b)      Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal.
c)      Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.
d)     Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah
e)      Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih
f)       Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah

5)      Kelainan pada Peredaran Darah
Beberapa kelainan pada sistem peredaran darah adalah sebagai berikut :
a.       Anemia, merupakan keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lesu, kepala pusing, dan muka pucat. Perdarahan yang berat juga dapat mengakibatkan anemia. Selain itu anemia dapat terjadi akibat terganggunya produksi eritrosit.

b.      Serangan jantung, ditandai dengan sakit pada bagian dada, gelisah, pucat, dan kulit terasa dingin. Serangan jantungnya hebat dan tidak segera mendapat pertolongan dapat menimbulkan gagalnya jantung memompa darah. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko terkena serangan jantung adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, merokok, penyakit diabetes melitus, kegemukan, dan kurang olahraga.
c.       Varises, yaitu pelebaran pembuluh vena terutama di bagian kaki. Pada varises yang parah, pembuluh vena tampak melebar dan berkelok-kelok. Varises disebabkan oleh cacat/kerusakan pada katup vena sejak lahir. Varises juga sering terjadi karena bertambahnya beban vena akibat terlalu banyak berdiri, kehamilan, dan sebagainya. Pelebaran vena pada bagian anus disebut wasir atau ambeian.
d.      Tekanan darah rendah (hipotensi), yaitu keadaan tekanan darah yang di bawah normal. Gejala hipotensi adalah lesu, pusing, dan gangguan penglihatan, bahkan sampai pingsan. Penyebabnya dapat karena terlalu banyak meminum obat penurun tekanan darah, muntaber, dan pendarahan.
e. Tekanan darah tinggi (hipertensi), yaitu keadaan tekanan darah yang melebihi tekanan normal. Penyebab hipertensi adalah nikotin pada rokok, faktor keturunan, stress, kelebihan berat badan, kelebihan garam, kurang olahraga dan kelebihan obat-obatan.








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
a.       Sistem Pernafasan atau Respirasi adalah Sistem pada manusia yang berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara luar dan mengeluarkan karbondioksida melalui paru-paru. Sedangkan sistem peredaran darah adalan sistem pada manusia yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan keseluruh tubuh.
b.      Jenis-Jenis Pernapasan ada 2 yaitu: Pernapasan Dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk. dan pernafasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.  Jenis-jenis peredaran darah ada 2 yaitu : Peredaran darah kecil yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung (bilik kanan) melaluli arteri pulmonalis menuju ke paru-paru, kemudian melalui vena pulmonalis kembali ke jantung (serambi kiri). Dan Peredaran darah besar yaitu peredaran darah dari jantung (bilik kiri) melalui aorta menuju ke seluruh tubuh, kemudian melalui vena cava kembali ke jantung (serambi kanan).
c.       Organ-organ pernafasan terdiri atas rongga hidung,  laring, faring, bronki, bronkiolus, dan paru-paru. Alat peredaran darah terdiri atas : jantung dan pembuluh darah.
d.      Kelainan pada sistem pernapasan seperti : bronkitis, sinusitis, renitis dan lain-lain. Kelainan pada sistem peredaran darah seperti : anemia,serangan jantung, hipotensi, hipertensi, varises dan lain-lain



Daftar Pustaka

Anonimus. 2011. Sistem Peredaran Darah Manusia. http://biologipedia.blogspot.com.
Kusumawati, Rohana. 2010. Biologi SMA. Klaten: PT Intan Pariwara.
Priambodo, Linggar Agus. 2012. Sistem Pernapasan Pada Manusia. http://link-
psychology.blogspot.com.
Utomo, Galih. 2010. Sisitem Peredaran Darah Pada Manusia. http:// mediabelajaronline.
blogspot.com
                                                                                     




Tidak ada komentar:

Posting Komentar